Jumat, 28 Oktober 2011

Sistem Informasi Manajemen


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sistem informasi adalah kumpulan dari sistem manajemen atau sistem yang menyediakan informasi yang bertujuan mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi yang cenderung berhubungan dengan pengolaan informasi yang berbasis pada komputer (komputer based information processing). Dengan mempertimbangkan infomasi apa, untuk siapa, dan kapan disajikan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang di maksud dengan Sistem informasi manajemen itu?
2.      Apakah tujuan sistem informasi manajemen itu?
3.      Bagaimanakah model sistem informasi manajemen itu?
C.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian dari sistem informasi manajemen.
2.      Mengetahui tujuan-tujuan sistem informasi manajemen.
3.      Mengetahui model sistem informasi manajemen.









BAB II
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A.    Definisi  Sistem Informasi  Manajemen (SIM)

SIM bukan merupakan hal baru. Ruang lingkup SIM sebenarnya tertuang pada tiga kata pembentuknya, yaitu “sistem”, “informasi”, dan “manajemen”.
1.      Sistem merupakan kumpulan komponen-komponen yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.  Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia; serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
2.      Informasi adalah hasil dari pengolaan data menjadi sebuah bentuk yang berarti  bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil sebuah keputusan.
3.       Manajemen
Ada beberapa definisi manajemen yang telah diungkapkan oleh pakar manajemen didunia,yaitu
a)      Manajemen menurut Fayol sebagai fungsi-fungsi untuk merencanakan ,mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sesuatu.
b)      Menurut stoner, manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dengan menggunakan sumber daya oranisasi lainnya, agar mencapai tujuan organisasi yang telah diterapkan
c)      Istilah manajemen menurut Koonentz lebih menitik beratkan pada pemanfaatan orang-orang dalam mencapai tujuan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa : manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan dan pengawasan usaha-usaha secara sistematik dan efektif oleh para anggota organisasi dalam penggunaan sumberdayanya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah diterapkan.
Manajemen merupakan suatu proses yang dinamis yang menggerakkan organisasi mencapai tujuannya, secara sederhana manajemen merupkan tindakan atau seni perencanaan, mengatur, pengarahan dan pengawasan..
Proses  manajemen sebenarnya sudah dimulai sebelum dikenal system kodifikasi (istilah) ilmu pengetahuan. Namun seiring dengan perjalan waktui, manajemen pun mengalami berbagai perkembangan sehingga mencapai tingkat kedewasaan saat ini. Di awalnya, manajemen dikaitkan dengan usaha bisnis, namundlam perjalanannya, pandangna kontemporer menyatakan bahwa manajemen diperlukan bukan hanya bagi usaha yang mengejar laba (bisnis) namun juga bagi usaha nirlaba (seperti sekolah) sejauh usaha tersebut mempunyai sasarab dan tujuan. Paradigma ini dikenal sebagai classical goal paradigm. Ada tiga  aliran pemikiran manajemen yaitu
1)      Aliran klasik
2)      Aliran hubungan manusiawi
3)      Aliran manajemen modern
4.      Konsep dasar Sistem informasi Manajemen

Dari uraian pengertian system, informasi, dan manjemen dapat diarikan sebagai suatu alat yang mendukung para pengambil keputusan dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen(perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian), sedemikian rupa sehingga tercapai suatu keputusan yang didasarkan kepada pendekatan system.
Menurut Gordon B. Davis, mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen sebagai berikut:  “ system Informasi Manajemen adalah suatu system manusia, mesin yang terintegrasi dalam menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan operasi, manajemen dan pengambilan keputusan suatu oranisasi.”
Menurut Robert G. Murdic dan Joel E. Ross dalam bukunya yang berjudul “sistem informasi manajemen” (terjemahan) mendefinisikan SIM sebagai berikut:
SIM adalah proses komunikasi dimana informasi masukan (input) di rekam, disimpan, dan di proses untuk menghasilkan output yang berupa keputusan berupa perencanaan, pengoperasian, dan pengawasan.
Menurut Drs. Soetejo Moeljodihardjo dalam bukunya “Management Information System” mendefinisikan SIM sebagai berikut :
SIM adalah suatu metode untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu bagi manajemen tentang lingkungan luar organisasi dan kegiatan operasi di dalam organisasi, Dengan tujuan untuk menunjang proses pengambilan keputusan serta memperbaiki proses perencanaan dan pengawasan.
System informasi dapat pula dipandang sebagai proses komunikasi, dimana informasi (masukan) dicatat, disimpan dan siebarkan (proses) untuk memperoleh keputusan-keputusan (keluaran/output) didalam perencanaan, operasi dan  pengendalian.
Sistem Informasi Manajemen (SIM)  adalah kumpulan dari system manajemen atau system yang menyediakan informasi yang bertujuan untuk mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi yang cenderung berhubungan dengan pengolaan informasi yang berbasis pada computer (computer base information processing) dengan mempertimbangkan informasi apa, untuk siapa, dan kapan harus disajikan.System informasi manajemen tidak menggantikan Transaction processing systems; melainkan semua SIM mencakup pengolaan transaksi. SIM adalah system informasi yang

Dapat disimpulkan , Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berhubungan dimana diperlukan suatu pengambilan (collect), proses (process), penyimpanan(store) dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan serta pengawasan dari organisasi.disamping membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan, koordinasi dan pengawasan, system informasi membantu pimpinan dan staf untuk menganalisa masalah-masalah yang timbul dan visualisasi subjek yang komplek  dan membuat produk baru dan jasa.
Ada tiga aktifitas dalam SIM dalam memproduksi kebutuhan informasi suatu organisasi untuk menunjang proses pengambilan keputusan, pengawasan,analisa masalah-masalah yang timbul dan membuat produk baru dan jasa. 3 aktifitas tersebut adalah
1.      masukan (Input) adalah pengambilan data mentah (raw data) dari lingkungan organisasi atau lingkungan eksternal organisasi
2.       proses (processing) adalah konversi dari data menta menjadi formulir(form) yang memili makna
3.      dan keluaran (output) adalah transfer informasi yang telah diproses kepada manusia atau aktifitas-aktifitas dimana dipergunakan.
Dalam system informasi selain 3 aktifitas tersebut umpan balik (feed back) juga sangat diperlukan. Dimana keluaran yang dikembalikan kepada tim yang mengembangkan pada suatu organisasi untuk membantu mereka dalam mengevaluasi atau mengkoreksi fase masukan.
5.      Struktur Sistem Informasi Manajemen

System informasi dalam suatu organisasi pada dasarnya terdiri dari system yang mempunyai struktur tertentu dan system yang tidak mempunyai struktur. Keduanya sering disebut system formal dan system informal.
System informasi manajemen berusaha untuk menjadikan norma organisasi sebagai tumpuan utama dalam mendukung kegiatan organisasi sebagai tumpuan utama dalam mendukung kegiatan organisasi. Hal ini dapat diidentikan dengan kegiatan untuk menjadikan system informasi public normal menjadi subsistem utama yang terbesar yang mendukung jalannya organisasi. Dengan demikian diharapkan kegiatan organisasi tersebut secara menyeluruh.sehingga setiap perubahan dalam organisasi akan dapat ditanggulangi dengan baik. Kegiatan manajemen dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu :
a)      Perencanaan strategis
Pada tingkat perencanaan ini, mempunyai fungsi utama yaitu menentukan tujuan perusahaan,terutama yang menyangkut penyediaan dan pemanfaatan sumber daya.
b)      Manajemen control
Pada tingkat pengontrolan manajemen biasanya dilaksanakan oleh manajemen menengah. Sehingga informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengontrolan manajemen ini memerlukan tingkat kerincian yang tinggi dari pada tingkat perencanaan strategis dan merupakan penyimpulan dari informasi pada tingkat pengendalian operasional.
c)      Pengendalian operasi
Pada tingkat pengendalian operasional, pengambilan keputusan pada tingkat ini bersifat rutin dan menggunakan prosesdur-prosedur serta aturan-aturan yang telah dibakukan sebelumnya.
Dengan ketiga proses pengolaan diatas dihasilkan jenis kegiatan dan variansi waktu,sehingga dapat menggambarkan hubungan hasil yang telah dicapai terhadap targetnya.

6.      Komponen Sistem Informasi Manajemen
Secara umum komponen system Informasi Manajemen terdiri dari :
a)      Perangkat keras, terdiri dari computer, peripheral (printer) dan jaringan
b)      Perangkat lunak seperti system operasi (windows 95 dan NT), Apliaksi (Akuntansi), Utilitas(anti virus, speed disk), serta bahasa (3 GL dan 4 GL)
c)      Data, ini merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi
d)     Prosedur, dokumen prosedur/proses system, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis
e)      Manusia, komponen ini adalah subyek system , yang terlibat dalam komponen ini adalah seperti operator, pemimpin system informasi dan sebagainya.

gambar No.3.8. komponen system Informasi
Komponen – komponen dari system informasi Manajemen berdasarkan fungsi pengolaan adalah sebagai berikut :
1)      System Operasional dan manajemen (Operasioanal system and management)
2)      System pelaporan Manajemen (Manajemen Reporting System)
3)      Common Database (CDB)
4)      Sistem penelusuran Informasi (Inforrrrasi Retrieval system)



B.     Tujuan Sistem Informasi  Manajemen (SIM)

Sistem informasi manajemen diperlukan diberbagai perusahaan, karena dengan begitu pola manajemen sebuah perusahaan jadi lebih tertata. Tujuan utama dari Sistem Informasi Manajemen adalah :
1.      Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2.      Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
3.      Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

C.    Model  Sistem Informasi  Manajemen (SIM)
Definisi diatas dapat digambarkan dengan model SIM pada gambar dibawah ini :

Tanda panah menunjukkan arus data dan informasi baik dari sistem fisik perusahaan maupun lingkungannya. Data diteruskan ke “Sumberdaya pengolah informasi” yaitu kombinasi hardware dan spesialis informasi yang mengtransformasikan data menjadi informasi. Data dan informasi dapat disimpan dalam “Database”, dan data di transformasikan menjadi informasi oleh “Software Library” dari program-program komputer.
Informasi baik dari dalam maupun sumber luar diteruskan kepada pemakai (users) yang membuat keputusan mempengaruhi perubahan di dalam sistem fisik perusahaan dan sumberdaya pengolah informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar